https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/issue/feed Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia 2026-05-07T11:41:22+07:00 Abid Ramadhan abid@journal.tangrasula.com Open Journal Systems <p class="p1"><span class="s1"><strong><em>Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia (JEKI)</em> </strong>is a scholarly publication dedicated to advancing knowledge and research in the field of the creative economy. The journal features both theoretical and empirical studies that explore various aspects of creative industry development, contributing to academic discourse and practical innovation in Indonesia.</span></p> <p class="p1"><span class="s1">Established in 2023 by PT. Tangrasula Tekno Kreatif, JEKI serves as a platform for students, lecturers, and researchers to disseminate their research findings and support the growth of Indonesia’s creative economy. The journal welcomes submissions in both Indonesian and English, ensuring accessibility for a broader academic audience.</span></p> <p class="p1"><span class="s1">To maintain high academic standards, all submitted articles undergo a rigorous anonymous peer review process, ensuring the quality, originality, and relevance of each publication.</span></p> <p class="p1"><span class="s1">JEKI is published quarterly, with issues released in <strong>January, April, August, and November</strong>. Notably, the journal has achieved a <strong>SINTA 5 accreditation</strong>, reflecting its recognized quality and contribution within Indonesia’s national academic indexing system.</span></p> https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/174 INOVASI PENGEMASAN GUDEG YU DJUM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI KREATIF: KAJIAN SOCIOPRENEURSHIP DAN PEMBERDAYAAN TENAGA KERJA DAERAH 2026-04-22T08:04:24+07:00 Aqilah Laila Azkiya aqilahlaila.2023@student.uny.ac.id Isna Khoirun Nisa isnakhoirun.2023@student.uny.ac.id Anik Widiastuti anikwidiastuti@uny.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya ekonomi kreatif serta sociopreneurship dalam industri kuliner tradisional. Ekonomi kreatif dinilai penting dalam industri kuliner tradisional untuk dapat mengemas kuliner tradisional menjadi lebih modern, menarik dan mempunyai nilai jual tinggi, sementara sociopreneurship juga penting untuk agar jalannya usaha tersebut tidak hanya bergerak dalam mencari uang tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dan melestarikan warisan kuliner. Penelitian ini membahas mengenai inovasi pengemasan pada produk Gudeg Yu Djum, dan bagaimana Gudeg Yu Djum dapat mempertahankan industri kuliner tradisionalnya melalui ekonomi kreatif sekaligus dapat memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Gudeg Yu Djum mengembangkan inovasi pengemasan dalam perspektif ekonomi kreatif serta menganalisis bagaimana sociopreneurship dapat diterapkan pada industri kuliner gudeg Yu Djum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengemasan berupa vakum dan kaleng yang dilakukan oleh Gudeg Yu Djum mampu meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas pangsa pasar sebagai bentuk penerapan ekonomi kreatif. Selain itu, aspek sociopreneurship tercermin melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal dan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The background of this research is the importance of the creative economy and sociopreneurship in the traditional culinary industry. The creative economy is considered important in the traditional culinary industry to be able to package traditional culinary to be more modern, attractive and have high sales value, while sociopreneurship is also important to exist so that the business is not only engaged in making money but also empowering local communities and preserving culinary heritage. This study discusses packaging innovation in Gudeg Yu Djum products, and how Gudeg Yu Djum can maintain its traditional culinary industry through the creative economy while also being able to provide social impacts for the surrounding community. This study was conducted with the aim of determining how Gudeg Yu Djum develops packaging innovation from a creative economy perspective and analyzing how sociopreneurship can be applied to the Yu Djum gudeg culinary industry. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used include interviews, observation and documentation. The results show that the packaging innovations in the form of vacuum and cans carried out by Gudeg Yu Djum are able to increase the added value of the product and expand market share as a form of implementing the creative economy. In addition, the sociopreneurship aspect is reflected through the empowerment of local workers and contributions to improving the welfare of the surrounding community.</em></p> 2026-05-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Aqilah Laila Azkiya, Isna Khoirun Nisa, Anik Widiastuti https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/199 PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), PRICE TO BOOK VALUE (PBV) DAN SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2026-04-28T07:22:16+07:00 Siti Rohimah akusitirm@gmail.com Rina Madyasari rinamadyasari@uncip.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Nilai saham menjadi tolok ukur utama kinerja perusahaan yang diperhatikan investor, dipengaruhi oleh elemen fundamental dan makroekonomi seperti EPS, PBV, serta tingkat suku bunga. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak ketiga variabel tersebut terhadap harga saham pada emiten sektor keuangan yang tergabung dalam Indeks Kompas 100 di BEI untuk periode 2020–2024. Sampel dipilih lewat purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga menghasilkan 14 perusahaan keuangan dengan total 70 observasi data selama lima tahun. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif berbasis data sekunder, dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan software SPSS. Temuan studi menunjukkan bahwa EPS, PBV, dan suku bunga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial, EPS dan PBV berpengaruh positif, sementara suku bunga berpengaruh negatif.</em></p> <p><strong>ABSTRct</strong></p> <p><em>Stock price serves as a key indicator of company performance that investors closely monitor, influenced by fundamental and macroeconomic factors such as EPS, PBV, and interest rates. This research aims to examine the impact of these three variables on stock prices for financial sector companies included in the Kompas 100 Index on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2020–2024 period. The sample was selected using purposive sampling based on specific criteria, yielding 14 companies with a total of 70 data observations over five years. The approach is quantitative, relying on secondary data analyzed through multiple linear regression with SPSS software. The study findings indicate that EPS, PBV, and interest rates simultaneously have a significant effect on stock prices; Partially, EPS and PBV have a positive effect, while interest rates have a negative effect.</em></p> 2026-05-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Siti Rohimah, Rina Madyasari https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/180 PENGARUH FREE CASH FLOW, SUSTAINABILITY INVESTMENT, DAN DIGITAL TRANSFORMATION TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BEI PERIODE 2022-2024 2026-04-26T04:16:56+07:00 Shanty Armanda shantyarmanda.22044@mhs.unesa.ac.id Insyirah Putikadea insyirahputikadea@unesa.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keseimbangan kebijakan dividen pada perusahaan sektor energi di tengah tuntutan pengelolaan free cash flow, investasi keberlanjutan, dan transformasi digital. Ketidakseimbangan dalam alokasi sumber daya berpotensi memengaruhi kepercayaan investor serta keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh free cash flow, sustainability investment, dan digital transformation terhadap kebijakan dividen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan landasan Agency Theory, Signaling Theory, Stakeholder Theory, dan Resource-Based View (RBV). Sampel terdiri dari 31 perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024 dengan teknik purposive sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan, dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya digital transformation yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan free cash flow dan sustainability investment tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi digital dipersepsikan sebagai sinyal positif oleh pasar, sementara alokasi pada arus kas bebas dan investasi keberlanjutan lebih difokuskan pada kebutuhan internal. Implikasinya, perusahaan perlu menetapkan kebijakan dividen yang adaptif agar mampu menjaga kepercayaan investor tanpa mengabaikan keberlanjutan dan transformasi strategis.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This research is motivated by the importance of balanced dividend policy in energy sector companies amidst the demands of managing free cash flow, investment, and digital transformation. Overall, resource allocation has the potential to influence investor confidence and the company's long-term aspirations. This study aims to analyze the influence of free cash flow, investment sustainability, and digital transformation on dividend policy. The study used a quantitative approach based on Agency Theory, Signaling Theory, Stakeholder Theory, and the Resource-Based View (RBV). The sample consisted of 31 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022–2024 period, using a purposive sampling technique. Secondary data from annual reports and anxiety were analyzed using multiple linear regression. The results show that only digital transformation has a positive and significant effect on dividend policy, while free cash flow and investment sustainability have no significant effects. This finding indicates that digital transformation is perceived as a positive signal by the market, while allocation to free cash flow and investment is more focused on internal needs. Consequently, companies need to establish adaptive dividend policies to maintain investor confidence without neglecting strategic aspirations and transformation.</em></p> 2026-05-04T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Shanty Armanda, Insyirah Putikadea https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/177 EVALUASI KEPATUHAN PROSES PENGANGGARAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA KALURAHAN (APBKal): STUDI KASUS PENGELOLAAN DANA DESA DI KALURAHAN TLOGOADI 2026-04-26T04:50:57+07:00 Adellia Julian Rinanti adelliajulianrinanti@mail.ugm.ac.id Alinda Haris Reni Lestari alindaharisrenilestari2005@mail.ugm.ac.id Olivia Febi Kuswari oliviafebikuswari@mail.ugm.ac.id Mukhlis Mukhlis mukhlis_ginting@ugm.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran dana desa serta kecenderungan kepatuhan regulasi yang masih bersifat administratif dan belum mencerminkan kualitas pengelolaan secara subtantif. Hal ini terlihat dari terbatasnya transparansi digital, rendahnya kemandirian fiskal akibat minimnya PADes, dominasi belanja pada pemerintahan dan Pembangunan, serta adanya SiLPA. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji proses penganggaran APBKal dan kesesuaiannya terhadap regulasi di Kalurahan Tlogoadi karena berkaitan dengan pengelolaan dana desa sebagai sumber pendanaan yang cukup besar. Kajian ini mengacu pada teori penganggaran sektor publik dan regulasi seperti Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 serta Perbup Sleman Nomor 58 Tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa proses penganggaran telah sesuai dengan regulasi dan bersifat partisipatif, dengan selisih perencanaan dan realisasi pendapatan yang sangat kecil (sekitar 0,01%). Namun terdapat kendala dalam implementasi seperti keterlambatan pencairan dana, perubahan kebijakan, dan belum optimalnya transparansi berbasis digital karena kurangnya SDM. Temuan ini mengindikasikan bahwa meski kesesuaian formal telah tercapai, efektivitas pelaksanaan anggaran perlu ditingkatkan melalui optimalisasi teknologi informasi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan transparansi untuk mendukung akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. </em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This research is motivated by the importance of alignment between village fund planning and implementation, as well as the tendency for regulatory compliance to remain administrative in nature and not yet reflect the substantive quality of financial management. This is indicated by limited digital transparency, low fiscal independence due to minimal Village Own-Source Revenue (PADes), the dominance of expenditures on government administration and development, and the presence of budget surpluses (SiLPA). The purpose of this study is to examine the budgeting process of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBKal) and its compliance with regulations in Tlogoadi Village, considering that village funds represent a significant source of financing. This study refers to public sector budgeting theory and relevant regulations, such as the Minister of Home Affairs Regulation Number 20 of 2018 and the Regent Regulation of Sleman Number 58 of 2021. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through interviews and documentation. The results show that the budgeting process is in accordance with regulations and is participatory in nature, with a very small discrepancy between planned and realized revenues (approximately 0.01%). However, there are several implementation challenges, including delays in fund disbursement, policy changes, and suboptimal digital transparency due to limited human resources. These findings indicate that although formal compliance has been achieved, the effectiveness of budget implementation still needs to be improved through the optimization of information technology, enhancement of human resource capacity, and strengthening of transparency to support accountability in village financial management.</em></p> 2026-05-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Adellia Rinanti, Alinda Lestari, Olivia Kuswari, Mukhlis https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/200 ANALISIS IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA DESA BERDASARKAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE 2026-04-28T12:25:56+07:00 Ria Kartika Putri riakartikaput@gmail.com Devika Aritaningsih devikaarita@gmail.com Aurea Jessica Anggraeni aureaja@gmail.com Maheswara Viserto Ciradya Irawan maheswaraiwaran@gmail.com Mukhlis Mukhlis mukhlis_ginting@mail.ugm.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengelolaan Dana Desa berdasarkan prinsip good governance di Kalurahan Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi beberapa program Dana Desa dalam pengelolaan keuangan desa. Pengelolaan Dana Desa menuntut penerapan transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan responsivitas dalam tata kelola keuangan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan dokumentasi dokumen perencanaan serta pelaporan keuangan desa. Analisis dilakukan dengan membandingkan kesesuaian antara regulasi (das sollen) dan praktik di lapangan (das sein). Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan Dana Desa mencerminkan prinsip good governance. Namun, beberapa program seperti pembangunan infrastruktur desa, kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan kemasyarakatan masih menunjukkan ketidakseimbangan realisasi anggaran</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of Village Fund management based on good governance principles in Kalurahan Purwobinangun, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, which is motivated by the mismatch between the planning and realization of several Village Fund programs in village financial management. Village Fund management requires the implementation of transparency, accountability, participation, and responsiveness in village financial governance. This study uses a descriptive qualitative approach through interviews and documentation of village planning and financial reporting documents. The analysis is conducted by comparing the conformity between regulations (das sollen) and practices in the field (das sein). The results show that Village Fund management reflects the principles of good governance. However, several programs such as village infrastructure development, community empowerment activities, and community development programs still show an imbalance in budget realization</em></p> 2026-05-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ria Kartika Putri, Devika Aritaningsih, Aurea Jessica Anggraeni, Maheswara Viserto Ciradya Irawan, Mukhlis Mukhlis https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/203 PENGARUH CURRENT RATIO (CR), QUICK RATIO (QR) DAN CASH RATIO (CAR) TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE (PBV) DENGAN INFLASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI 2026-05-04T12:26:24+07:00 Nadia Angraeni anggraeninadia90@gmail.com Rina Madyasari rinamadyasari@uncip.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya fluktuasi nilai perusahaan yang dinilai melalui Price to Book Value (PBV) pada perusahaan indeks LQ45 periode 2020–2024 serta adanya kesenjangan antara teori likuiditas dan temuan empiris. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), dan Cash Ratio (CAR) terhadap PBV dengan inflasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) berbantuan SPSS pada 14 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa CR dan QR tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV, sedangkan CAR berpengaruh negatif dan signifikan. Inflasi hanya mampu memoderasi hubungan antara CR dan PBV. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor lebih memperhatikan efisiensi penggunaan kas dibandingkan tingkat likuiditas secara umum, serta peran inflasi dapat memperkuat pengaruh likuiditas tertentu dalam kondisi ekonomi tertentu. Dengan demikian, tidak semua rasio likuiditas berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel-variabel tambahan yang lebih beragaram, seperti profitabilitias, ukuran perusahaan, maipun kebijakan dividen, agar model penelitian menjadi lebih komprehensif dan mampu menjelaskan fenomena secara lebih mendalam. </em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This research is motivated by fluctuations in company value as assessed by Price to Book Value (PBV) in LQ45 index companies for the 2020–2024 period, as well as the gap between liquidity theory and empirical findings. The objective of this research is to analyze the effect of Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), and Cash Ratio (CAR) on PBV, with inflation as a moderating variable. The research uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA) assisted by SPSS on 14 companies selected through purposive sampling. The results show that CR and QR have no significant effect on PBV, while CAR has a negative and significant effect. Inflation only moderates the relationship between CR and PBV. These findings indicate that investors are more concerned with the efficiency of cash use than the general level of liquidity, and the role of inflation can strengthen the influence of certain liquidity in certain economic conditions. Thus, not all liquidity ratios have a direct effect on company value. Further research is recommended to include more diverse additional variables, such as profitability, company size, and dividend policy, so that the research model becomes more comprehensive and able to explain the phenomenon in more depth.</em></p> 2026-05-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nadia Angraeni, Rina Madyasari https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/204 PENGARUH DIGITALISASI LAYANAN TRANSAKSI DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PADA GENERASI Z DI DESA CIKUNIR KABUPATEN TASIKMALAYA 2026-05-04T12:15:26+07:00 Ade Nurul Padilah nurulpadilahade@gmail.com Rina Madyasari rinamadyasari@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Perkembangan teknologi digital yang pesat, disertai dengan gaya hidup konsumtif, menjadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z dalam mengelola keuangan. Kemudahan dalam melakukan transaksi sering kali mendorong perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi transaksi serta perilaku konsumtif terhadap pengelolaan keuangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 99 responden dari Generasi Z di Desa Cikunir, Kabupaten Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Temuan ini menemukan bahwa pentingnya pengelolaan keuangan dan pengendalian perilaku konsumsi agar pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efektif.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>The progress of digital technology and consumer-oriented lifestyles presents difficulties for Generation Z in handling their finances, as the ease of online transactions often results in spur-of-the-moment decisions. This research intends to investigate how digital spending habits and consumer behaviors influence financial management practices. The methodological approach is quantitative, surveying 99 individuals from Generation Z in Cikunir Village, Tasikmalaya Regency, using a Likert scale questionnaire and conducting multiple linear regression analysis with SPSS 25. The study underscores the importance of financial education and spending management to ensure that digital technology contributes positively to effective financial management.</em></p> 2026-05-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ade Nurul Padilah, Rina Madyasari https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/167 PERAN SOCIOPRENEUR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGUATAN EKONOMI LOKAL BERBASIS KULINER TRADISIONAL: STUDI KASUS INGKUNG DJAWA WAROENG NDESSO DI BANTUL 2026-05-04T12:16:44+07:00 Anik Widiastuti anikwidiastuti@uny.ac.id Maratus Sholihah maratussholihah.2023@student.uny.ac.id Meiliani Aulia meilianiaulia.2023@student.uny.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi ekonomi kreatif dan kearifan lokal yang menjadi penopang utama perekonomian di tengah era globalisasi. Salah satu bentuk nyata dari ekonomi ini adalah munculnya fenomena sociopreneur yang mengintegrasikan profit bisnis dengan pemberdayaan komunitas, seperti yang dilakukan usaha Ingkung Djawa Waroeng nDesso di Bantul. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peran sociopreneur dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal melalui studi kasus usaha Ingkung Djawa Waroeng nDesso di Kabupaten Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sociopreneur dalam pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui perekrutan tenaga kerja lokal, pemberian kesempatan kerja yang inklusif, serta peningkatan keterampilan sumber daya manusia di lingkungan sekitar. Selain itu, praktik sociopreneur juga berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal melalui penggunaan bahan baku dari peternak setempat, peningkatan pendapatan masyarakat, serta berkembangnya sentra usaha kuliner tradisional di Desa Guwosari.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Indonesia is a country rich in creative economic potential and local wisdom, which serve as the main pillars of the economy in the era of globalization. One tangible manifestation of this economy is the emergence of the sociopreneur phenomenon, which integrates business profits with community empowerment, as exemplified by the Ingkung Djawa Waroeng nDesso business in Bantul. The objective of this study is to analyze the role of social entrepreneurs in community empowerment and the strengthening of the local economy through a case study of the Ingkung Djawa Waroeng nDesso business in Bantul Regency. The research method employed is qualitative descriptive, utilizing data collection techniques such as in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The results of the study indicate that the role of social entrepreneurs in community empowerment is realized through the recruitment of local labor, the provision of inclusive employment opportunities, and the enhancement of human resource skills in the surrounding community. Additionally, social entrepreneurship practices also contribute to the strengthening of the local economy through the use of raw materials from local farmers, increased community income, and the development of a traditional culinary business hub in Guwosari Village.</em></p> 2026-05-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Anik Widiastuti, Maratus Sholihah, Meiliani Aulia https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/168 SOCIOPRENEURSHIP DALAM PENGUATAN EKONOMI KREATIF BERKELANJUTAN: STUDI PADA JOGJA LIFE CYCLE 2026-05-07T11:41:22+07:00 Talitha Tiara Anindya talithatiara.2023@student.uny.ac.id Zalfa Alya Faradila zalfaalya.2023@student.uny.ac.id Aura Rahmi Faadillah aurarahmi.2023@student.uny.ac.id Anik Widiastuti anikwidiastuti@uny.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan limbah plastik, khususnya tutup botol, yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran sociopreneurship dalam penguatan ekonomi kreatif berkelanjutan melalui studi kasus Jogja Life Cycle (JLC) di Yogyakarta. Kajian pustaka mencakup teori sociopreneurship, ekonomi kreatif, dan ekonomi berkelanjutan yang didukung penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari wawancara pemilik JLC, sedangkan data sekunder berasal dari kajian literatur relevan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles &amp; Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JLC mampu mengolah limbah plastik HDPE dan LDPE menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi sekaligus memberdayakan masyarakat, terutama ibu- ibu bank sampah dan tenaga kerja muda. Temuan ini menunjukkan bahwa sociopreneurship mampu mengintegrasikan tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Secara teoritis, kajian ini memperkuat konsep ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan pembangunan berbasis komunitas yang menekankan nilai sosial serta keberlanjutan, bukan hanya keuntungan. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sociopreneurship dapat diterapkan sebagai model usaha masyarakat yang produktif, inklusif, dan ramah lingkungan melalui dukungan pelatihan, pendampingan, akses modal, dan penguatan usaha lokal.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This study was motivated by the growing problem of plastic waste, particularly bottle caps, which have not been optimally utilized despite their significant potential for the development of a sustainable creative economy. The objective of this study is to analyze the role of sociopreneurship in strengthening a sustainable creative economy through a case study of Jogja Life Cycle (JLC) in Yogyakarta. The literature review covers theories of sociopreneurship, the creative economy, and sustainable economy, supported by prior research. This study employs a qualitative approach using the case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Primary data sources were obtained from interviews with the owner of JLC, while secondary data came from relevant literature reviews. The data analysis technique used the Miles &amp; Huberman interactive model. The results of the study indicate that JLC is capable of processing HDPE and LDPE plastic waste into high-value creative products while empowering the community, particularly women in waste banks and young workers. Theoretically, this study reinforces the concepts of the creative economy, the green economy, and community-based development, which emphasize social value and sustainability rather than merely profit. In practice, the findings of this study indicate that sociopreneurship can be implemented as a productive, inclusive, and environmentally friendly community business model through support in the form of training, mentoring, access to capital, and the strengthening of local businesses.</em></p> 2026-05-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Talitha Tiara Anindya, Zalfa Alya Faradila, Aura Rahmi Faadillah, Anik Widiastuti https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/178 TINJAUAN PENGANGGARAN APBKal DALAM KERANGKA REGULASI DAN GOOD GOVERNANCE DI KALURAHAN MAGUWOHARJO, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2026-04-28T07:29:09+07:00 Shabilla Fitriaini shabillafitriaini@mail.ugm.ac.id Robith Sabila robithmarufisabila@mail.ugm.ac.id Jwarita Intan Fitriani jwaritaintanfitriani@mail.ugm.ac.id Mukhlis Mukhlis mukhlis_ginting@ugm.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko penyimpangan dalam penganggaran desa serta pentingnya penerapan regulasi dan prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kesesuaian praktik penganggaran APBKal di Kalurahan Maguwoharjo dengan peraturan yang berlaku. Kajian ini mengacu pada teori pengelolaan keuangan desa dan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penganggaran telah sesuai dengan tahapan regulasi, ditunjukkan oleh keterlibatan antara RPJMKal, RKPKal, dan APBKal serta ketetapan waktu penetapan anggaran. Selain itu, prinsip good governance telah diterapkan melalui partisipasi masyarakat, keterbukaan informasi, dan pertanggungjawaban keuangan. Temuan ini mengindikasi bahwa kesesuaian regulasi dan praktik berkontribusi terhadap tata kelola keuangan yang lebih baik. Namun, masih diperlukan peningkatan kualitas penyajian informasi dan penguatan partisipasi masyarakat.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>This study is motivated by the high risk of irregularities in village budgeting and the importance of implementing regulations and good governance principles in village financial management. The research aims to analyze the conformity of APBKal budgeting practices in Maguwoharjo Village with applicable regulations. This study refers to theories of village financial management and principles of transparency, accountability, and participation. A descriptive qualitative method with a case study approach was applied using interviews, observations, and documentation. The results indicate that the budgeting process has complied with regulatory stages, as reflected in the integration of RPJMKal, RKPKal, and APBKal, as well as timely budget approval. In addition, good governance principles have been implemented through community participation, information transparency, and financial accountability. These findings suggest that regulatory compliance contributes to better financial governance. However, improvements are still needed in information presentation and community participation. </em></p> 2026-05-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Shabilla Fitriaini, Robith Sabila, Jwarita Intan Fitriani, Mukhlis Mukhlis https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/207 ANALISIS POTENSI KEHILANGAN PENERIMAAN PAJAK REKLAME AKIBAT REKLAME TANPA IZIN DI KOTA YOGYAKARTA 2026-05-04T12:22:00+07:00 Syifa Qurrota'aini Amatullah syifaqurrotaainiamatullah@mail.ugm.ac.id Alfiyah Alfiyah alfiyah2004@mail.ugm.ac.id Aisha Kurniawati aishakurniawati2005@mail.ugm.ac.id Qonita Zada Falihah qonitafalihah@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Penelitian ini menganalisis fenomena tax leakage atau kebocoran pajak yang disebabkan oleh maraknya objek reklame tanpa izin di Kota Yogyakarta. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya ketimpangan jumlah reklame resmi dan tanpa izin yang terus berfluktuasi akibat lemahnya pendataan dan pengawasan lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerimaan paajak reklame dengan membandingkan data objek reklame yang terdaftar dan tidak terdaftar selama periode 2019-2024 sebagai dasar evaluasi kebijakan viskal daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pajak reklame terhadap PAD tergolong sangat rendah dengan rata-rata 1,03%. Local tax ratio dan tax elasticity menunjukkan kapasitas fiskal disektor reklame ini masih rendah dan menunjukkan bahwa potensi sektor ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ditemukan bahwa kebocoran pajak akibat reklame tanpa izin rata-rata mencapai Rp5,8 miliar per tahun dan diproyeksikan akan meningkat menjadi Rp12,3 miliar per tahun pada tahun 2025-2030 jika tidak dilakukan penguatan sistem pengawasan dan penertiban secara tegas.</em></p> <p><strong>ABSTRAct</strong></p> <p><em>This research analyzes the phenomenon of tax leakage caused by the proliferation of unlicensed billboards in Yogyakarta City. The main problem in this study is the fluctuating disparity between official and unlicensed billboards due to weak data collection and field supervision. Therefore, this study aims to analyze the potential of billboard tax revenue by comparing data on registered and unregistered billboard objects during the 2019-2024 period as a basis for evaluating local fiscal policy. The method used is descriptive quantitative utilizing secondary data. The results indicate that the contribution of the billboard tax to Local Own-Source Revenue (PAD) is classified as very low, averaging 1.03%. Furthermore, the local tax ratio and tax elasticity show that the fiscal capacity in the advertising sector remains low, indicating that the sector's potential has not been optimally utilized. It was found that tax leakage caused by unlicensed billboards averages IDR 5.8 billion annually and is projected to increase to IDR 12.3 billion annually between 2025 and 2030 if strict supervision and enforcement systems are not strengthened.</em></p> 2026-05-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Syifa Qurrota'aini Amatullah, Alfiyah Alfiyah, Aisha Kurniawati, Qonita Zada Falihah https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/208 KEPATUHAN TERHADAP PRINSIP-PRINSIP SYARIAH PADA INVESTASI DALAM SEKTOR PROPERTI SYARIAH 2026-05-05T14:11:10+07:00 Nur Hayani Lubis nurhayanilubis26@gmail.com Siti Sarah sitis3454@gmail.com Thalita Nur Hifda thalitanurhifdah780@gmail.com Paisal Rahmat paisalrahmat@stain-madina.ac.id <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Investasi dalam sektor properti syariah semakin diminati sebagai alternatif yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, khususnya dalam menghindari riba, gharar, dan transaksi spekulatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepatuhan pelaku usaha dan investor terhadap prinsip syariah dalam investasi properti di Indonesia, yang mencakup aspek struktur akad, mekanisme pendanaan, pengelolaan risiko, serta penggunaan aset real estat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi pustaka (library research), melalui penelaahan berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan investasi properti syariah tidak hanya ditentukan oleh aspek finansial, tetapi juga oleh tingkat integritas dalam penerapan prinsip syariah, khususnya melalui penggunaan akad seperti murabahah, ijarah, dan musyarakah, serta pengawasan oleh lembaga atau dewan syariah yang kompeten. Dengan demikian, kepatuhan terhadap prinsip syariah menjadi faktor penting dalam mewujudkan investasi properti yang halal, berkelanjutan, dan beretika bagi investor Muslim</em>.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Investment in the Islamic property sector has increasingly gained attention as an alternative that aligns with Islamic principles, particularly in avoiding riba (usury), gharar (uncertainty), and speculative transactions. This study aims to analyze the level of compliance of business actors and investors with Sharia principles in property investment in Indonesia, encompassing aspects such as contract structures, financing mechanisms, risk management, and the utilization of real estate assets. This research employs a descriptive qualitative approach using a library research method, through a systematic review of relevant literature, regulations, and previous studies. The findings indicate that the success of Islamic property investment is not solely determined by financial factors, but also by the level of integrity in the implementation of Sharia principles, particularly through the application of contracts such as murabahah, ijarah, and musyarakah, as well as supervision by competent Sharia boards or institutions. Therefore, compliance with Sharia principles plays a crucial role in establishing property investment that is halal, sustainable, and ethically grounded for Muslim investors.</em></p> 2026-05-19T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nur Hayani Lubis, Siti Sarah, Thalita Nur Hifda, Paisal Rahmat https://journal.tangrasula.com/index.php/jeki/article/view/209 PENGARUH KEPERCAYAN DAN PERCEIVED VALUE TERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK PINKFLASH PADA GENERASI Z DI KOTA JAMBI 2026-05-05T14:22:47+07:00 Melda Melda meldaazhh@gmail.com Novita Ekasari ekasari.novita01@gmail.com Muhammad Haris Saputra mharissaputra97@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><em>Minat pembelian konsumen pada produk kosmetik tidak hanya dipengaruhi oleh pertimbangan nilai yang dirasakan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan terhadap produk, terutama dalam konteks meningkatnya perhatian konsumen terhadap kualitas dan keamanan. Meskipun kedua faktor tersebut telah banyak dikaji, pengujian pada objek spesifik dengan karakteristik konsumen tertentu masih relevan untuk dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepercayaan dan perceived value terhadap minat pembelian produk PinkFlash pada Generasi Z di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan dan perceived value secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian. Selain itu, kedua variabel tersebut juga terbukti berpengaruh secara simultan terhadap minat pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan dan perceived value merupakan faktor yang relevan dalam menjelaskan minat pembelian konsumen pada objek penelitian yang diteliti.</em></p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Purchase intention in cosmetic products is influenced by consumers’ evaluative considerations, particularly trust and perceived value. In the context of increasing consumer attention to product quality and safety, these factors become important in shaping purchasing decisions. Although both variables have been widely examined, empirical testing within a specific product context and consumer segment remains relevant. This study aims to examine the effect of trust and perceived value on the purchase intention of PinkFlash cosmetic products among Generation Z consumers in Jambi City. A quantitative approach was employed using a survey method, with data collected from 100 respondents through purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that trust and perceived value each have a positive and significant effect on purchase intention. Furthermore, both variables simultaneously have a significant effect on purchase intention. These findings suggest that trust and perceived value are relevant factors in explaining consumer purchase intention within the context of the studied object</em></p> 2026-05-19T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Melda Melda, Novita Ekasari, Muhammad Haris Saputra