PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA TEMATIK SEBAGAI INSTRUMEN PENGUATAN EKONOMI KREATIF DI KOTA SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.61896/jibi.v3i2.148Keywords:
Kampung_Tematik, Ekonomi_Kreatif, Tata_Kelola_Kolaboratif, Peningkatan_Ekonomi, Resiliensi_EkonomiAbstract
ABSTRAKEkonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang mulai diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya, dan digadang-gadang akan menjadi salah sektor penguat perekonomian kota. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengevaluasi integrasi kearifan lokal, partisipasi masyarakat, dan dukungan kebijakan pemerintah di beberapa kampung unggulan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kampung kota menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga melalui aktivasi berbagai subsektor ekonomi kreatif. Model tata kelola kolaboratif (pentahelix) diidentifikasi sebagai faktor kunci keberhasilan, meskipun tantangan terkait standardisasi kualitas dan digitalisasi pemasaran masih ditemukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital dan akses permodalan guna menjamin keberlanjutan serta resiliensi ekonomi lokal.
Kata Kunci: Kampung_Tematik, Ekonomi_Kreatif, Tata_Kelola_Kolaboratif, Peningkatan_Ekonomi, Resiliensi_Ekonomi
ABSTRACT
The creative economy has become one of the sectors initiated by the Surabaya City Government and is projected to become a key pillar of the city's economic strength. Utilizing a descriptive qualitative approach, the research evaluates the integration of local wisdom, community participation, and government policy support across several prominent villages. Data were gathered through field observations, in-depth interviews with stakeholders, and documentary studies. The results indicate that transforming urban villages into community-based economic hubs contributes significantly to increasing household income through the activation of creative economy subsectors. A collaborative governance model (pentahelix) was identified as the key success factor, although challenges regarding product quality standardization and digital marketing persist. The study recommends the enhancement of digital literacy and broader access to capital for creative actors at the village level to ensure local economic resilience.
Keywords: Thematic_Village, Creative_Economy, Collaborative_Governance, Economy_Growth, Economy_Recilience
References
Agama, I., & Tribakti, I. (n.d.). p-ISSN 2615-4293 e-ISSN 2723-7567 http://https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/perbankan. 2(2), 121–138.
Dampak, A., Terhadap, U., Ekonomi, P., & Surabaya, K. (2022). Original Articel. 3(2), 60–67.
Food, H., Traveling, I., Economy, C., Alhada, M., Habib, F., Islam, U., Sayyid, N., & Rahmatullah, A. (2021). Kajian teoritis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif 1. 1(2), 106–134.
Iskandar, A., Fayadi, H., & Kesuma, T. M. (n.d.). Peta jalan pengembangan ekonomi kreatif dalam meningkatkan promosi dan pemasaran destinasi wisata kota sabang. 190–199.
Januar, Q. A. (2025). Pengaruh pertumbuhan ekonomi & upah minimum terhadap kemiskinan di kota surabaya. 2(2), 449–452.
Jurnal, J., Administrasi, I., Pengembangan, S., Ekonomi, E., Dalam, K., Kebijakan, M., Di, P., Tanjungpinang, K., Ngabalin, T., Habibie, A. F., & Darmawan, E. (2023). Juan | jurnal ilmu administrasi negara. 11, 13–21.
Kementerian, A., Daerah, D., & Email, T. (2023). Strategi Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan di Desa : Mendorong Pemberdayaan Komunitas dan Kemandirian Ekonomi Lokal. 3, 2175–2183.
Lestari, R. P. (2024). Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Ekonomi : Sebuah Tinjauan Literatur tentang Peran dan Kontribusi. 1(2), 385–390.
Masfiah, A. L., Rohman, M. T., & Amanda, P. A. (2022). Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif di Era Society 5 . 0 bagi Generasi Milenial. 1(1), 26–34.
Nasional, S., Riset, H., & Pengabdian, D. A. N. (2022). Pemetaan Daya Tarik Wisata Kampung Masa Pandemi Di Kota Surabaya. April, 543–552.
Ramadhani, S. A., Kusumaningayu, I., & Bintarjo, B. (2023). Identifikasi Pengembangan Pariwisata Berdasarkan 3a (Atraksi , Aksesibilitas , Dan Amenitas) Pada Kampung. 19(2), 53–62. https://doi.org/10.53691/jpi.v19i2.396
Rosyada, M. (2020). DARMABAKTI Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Kreatif Batik Tulis Kota Pekalongan Sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat. 02(September), 41–50.
Studi, P., Ekonomi, P., Ekonomi, J. P., & Ekonomi, F. (2012). Pertumbuhan Ekonomi Kota Surabaya Irena Ade Putri Yoyok Soesatyo. 1–7.
Subekti, Y., & Yasin, M. (2023). Analisis PDRB Kota Surabaya Tahun 2020-2023 Sebagai Cerminan Pertumbuhan Ekonomi Di Kota Surabaya. 2(2).
Wahyuningsih, S., & Satriani, D. (2019). Pendekatan Ekonomi Kreatif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ( Studi Kasus Di Desa Pedekik ). 8(2), 195–205.
Wijaya, A., Fasa, H., Berliandaldo, M., & Prasetio, A. (2022). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Di Indonesia : Pendekatan Analisis Pestel Sustainable Tourism Villages Development Strategy In Indonesia : Pestel Analysis Approach. 1(1), 22–26
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Hilman, Mohammad Wahed

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









